Jumat, 06 Juni 2014

Daftar List Film - Film Box Office


Kabar Gembira bagi pecinta film karena kami menyediakan Jasa Copy film-film Box Office, Oscar Winner dan Top Rating IMDB dengan kualitas Bluray (brrip) dan sudah di lengkapi dengan Subtitle Indonesia.

Harga Paket Film :

1. Paket Burning DVD
1 DVD isi maksimal 5 film = Rp 20.000,-
Minimal pemesanan 5 DVD (25 film) = Rp 100.000,-
NB : Cuma bisa di puter di PC/Laptop

2. Paket Hard Disk
a. 80 - 100 GB sekitar 130 an film = Rp 150.000,-
b. 100 - 200 GB sekitar 250 an film = Rp 200.000,-
c. 500 GB sekitar 550 an film = Rp 300.000,-
d. 1 TB (1.000 GB) sekitar 1.150 an film = Rp 400.000,-
NB : Hard Disk boleh punya sendiri atau kami yang sediakan

Free Ongkir Banda Aceh

Daftar list film bisa di download disini dalam format Microsoft Excel :
==>> DAFTAR LIST FILM

Daftar Film Thailand dan Korea
==>> FILM THAILAND DAN KOREA

Daftar Film Drama Series :
==>> DRAMA SERIES

Info Pemesanan 
Amar -081315481255
PIN BB - 22A69BF3
Email - amar.tuwasza86@gmail.com

Ayo lengkapi koleksi film-film nya Guys

- Terima Kasih -
»»  Read More...

Minggu, 14 Juli 2013

Daftar Harga Paket Menu Ramadhan Di Jamboe Ummi


Bingung nyari tempat buka puasa yang nyaman dan makanannya enak ?? ke Jamboe Ummi aja di Jamboe Ummi menyediakan aneka macam makanan lezat seperti :
1. Nasi Liwet + Ayam/Daging
2. Nasi + Soto Ayam/Daging
3. Pecel Lele
4. Nasi Goreng Seafood
5. Cah kangkung, Brokoli, Dll

Di Jamboe Ummi juga ada jajanan berbuka puasa seperti Mie Caluk, bubur kanji, Risol, dll

Tenang yang pengen lebih ngirit kami menyediakan menu paketnya.

Menu Paket Ramadhan di Jamboe Ummi

Sendiri
1. Nasi Liwet + Ayam + Fresh Tea / Teh Dingin                                                    Rp 18.000,-
2. Nasi Liwet + Ayam + Juice                                                                             Rp 23.000,-
3. Nasi Liwet + Ayam + Fresh Tea + Snack                                                         Rp 20.000,-
4. Nasi Liwet + Ayam + Juice + Snack                                                                Rp 25.000,-

Ber 2
1. 2 Nasi Liwet + 2 Ayam + 2 Fresh Tea / Teh Dingin                                           Rp 35.000,-
2. 2 Nasi Liwet + 2 Ayam + 2 Juice                                                                    Rp 45.000,-
3. 2 Nasi Liwet + 2 Ayam + 1 Fresh Tea + 1 Juice + Tahu/Tempe                          Rp 46.000,-
4. 2 Nasi Liwet + 2 Ayam + 1 Fresh Tea + 1 Juice + Cah Kangkung + Snack         Rp 48.000,-

Ber 4
1. 4 Nasi Liwet + 4 Ayam + 4 Fresh Tea                                                                Rp 70.000,-
2. 4 Nasi Liwet + 4 Ayam + 4 Juice                                                                       Rp 90.000,-
3. 4 Nasi Liwet + 4 Ayam + 2 Fresh Tea + 2 Juice + Cah Kangkung + 

    Tahu/Tempe                                                                                                     Rp 92.000,-
4. 4 Nasi Liwet + 4 Ayam + 2 Fresh Tea + 2 Juice + Cah Kangkung + 

    Tahu/Tempe + Snack                                                                                       Rp 95.000,-

NB : - Fresh Tea bisa diganti dengan teh dingin
         - Juice bisa memilih sesuai selera atau dengan Es Kates Kerok dan Es Timun


Pembelian minimal 10 Orang atau Rp 200.000,-
mendapatkan diskon 10% dari harga normal (bukan paket)


Ayo ajak kerabat dan teman-teman untuk berbagi kenikmatan berbuka puasa di Jamboe Ummi . Jamboe Ummi berlamat di Jl. Malahayati No. 88 Benteng - Sigli, Aceh



Pesan Tempat : Amar - 081315481255
                         Radhit - 081269311908


Terima Kasih
»»  Read More...

Rabu, 10 Juli 2013

Kesalahan yang Menjadi Kebiasaan di Bulan Ramadhan

 
Bulan Ramadhan memang mempunyai cerita tersendiri, ada hal-hal menarik yang sering di lakukan dan mungkin menjadi kebiasaan sebagian orang selama melakukan ibadah puasa. Namun kebiasaan itu menurut saya adalah hal yang salah karena itu adalah hal yang tidak perlu dilakukan atau mungkin salah dalam mengartikan makna dari hal tersebut. apa saja seh hal tersebut? ini dia :

1. Asmara Subuh
 
Ini adalah kegiatan yang hanya ada di bulan Ramadhan jadi sehabis shalat subuh biasanya pasangan muda mudi melakukan jalan-jalan santai sambil menikmati terbitnya sang fajar, mungkin ada yang tidak berpasang-pasangan namun tidak banyak juga yang memang melakukannya bersama pasangannya (pacar). Bulan puasa adalah bulan ibadah seharusnya itu tidak dilakukan karena tentunya akan mengurangi makna puasa itu sendiri ada baiknya kita membaca Al-Quran sehabis sholat subuh sungguh ini lebih bermanfaat daripada asmara subuh karena di bulan-bulan selain ramadhan biasanya kita malas dalam membca Al-Quran jadi inilah saatnya kita memperbanyak membaca Al-Quran.

2. Tidur
 
Salah satu berkah di bulan Ramadhan adalah tidur pun di nilai menjadi sebuah pahala akan tetapi banyak yang salah mengartikan arti tidur ini. Ada sebagian orang yang tidur seharian selama bulan puasa dengan dalih tidur kan juga dapat pahala bahkan ada sebagian orang yang sengaja tidak tidur di malam hari hingga sahur dan setelah sahur dia tidur sampai sore hari lalu tinggal menunggu waktu berbuka puasa. Dimana letak nikmatnya berpuasa kalau kita hanya tidur seharian penuh dan puasa kita tidak akan ada artinya karena mungkin selama kita tidur ibadah sholat zuhur dan ashar terlewatkan begitu saja. Jadi tidurlah sekedarnya ketika kita ngantuk dan tidur yang baik itu adalah di malam hari dan sekedarnya di siang hari.

3. Buka Puasa Bersama
 
Buka puasa bersama adalah hal yang baik karena dapat menyambung tali silaturrahmi antara sesama muslim, namun disini bukan kegiatan buka bersamanya yang salah namun ibadah Sholat Magrib nya yang sering terlewatkan ketika kita melakukan acara buka puasa bersama. Banyak diantara kita  yang melewatkan sholat magrib saat buka puasa bersama karena keasikan ngobrol dan canda tawa sesama kerabat, bahkan mungkin bagi yang melakukan buka puasa bersama di cafe atau di restoran (selain di rumah) karena keasikan mengobrol kita pun melewatkan ibadah sholat taraweh. Sungguh hal ini sangat disayangkan karena ibadah puasa yang kita lakukan seharian tadi menjadi sia-sia karena kita melewatkan ibadah sholat maghrib karena Sholat kedudukannya lebih tinggi dibandingkan berpuasa.

4. Setelah berbuka kembali seperti biasa
 
Ini merupakan salah satu pemikiran yang salah yang merasuki kita yaitu beribadah itu hanyalah ketika waktu setelah sahur sampai berbuka puasa setelah berbuka kita bisa melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah  SWT seperti biasanya. Saya tidak bisa menyebutkan hal-hal apa saja itu namun anda pasti lebih mengetahuinya yaitu hal-hal yang anda tidak lakuakan (tahan-tahan) karena anda tau itu akan mengurangi atau merusak nilai pahala puasa namun anda lakukan setelah berbuka seperti biasanya.

Itu adalah hal-hal yang menurut saya kesalahan yang menjadi kebiasaan kita selama bulan Ramadhan berlangsung. Puasa itu sendiri adalah semacam sebuah bentuk latihan untuk tidak melakukan hal-hal yang di larang Allah SWT, misalnya seperti Atlit sebelum ikut bertanding biasanya mereka melakuakan pemusatan latihan (TC) dan uji coba terlebih dahulu sehingga saat bertanding diharapkan bisa meraih hasil yang maksimal. Begitu juga dengan puasa yang merupakan latihan untuk kita bisa menjaga ibadah sholat 5 waktu, sering membaca Al-Quran, sholat malam. bersedekah, berhenti merokok (kenapa di saat waktu puasa kita bisa menahan untuk tidak merokok dan ketika tidak berpuasa tidak bisa ini juga bisa menjadi latihan bagi perokok yang ingin berhenti karena tidak ada yang tidak mungkin segala sesuatunya datang dari hati /niat) dan melakukan hal-hal yang baik lainnya sehingga setelah bulan Ramadhan berlalu diharapkan kita bisa menjadi seorang muslim yang bertaqwa.

Semoga di Bulan Ramadhan kali ini menjadi titik awal kita untuk menjadi lebih betaqwa kepada Allah SWT dan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi semoga Allah SWT selalu merahmati dan memberi petunjuk kepada kita untuk selalu memegang teguh Al-Quran dan Sunnah Rasullullah SAW. Amin

»»  Read More...

Senin, 24 Juni 2013

Penyebab Awal Konspirasi Asing yang Membuat Indonesia Terpuruk


Sekarang ini Negara Indonesia kita yang tercinta sedang banyak di rundung masalah dari kasus korupsi, birokrasi hukum yang semeraut, ekonomi, kerusuhan, dan lain sebagainya. Hal ini menarik perhatian saya kenapa hal ini bisa terjadi padahal Indonesia adalah negara kaya dengan Sumber Daya Alam yang melimpah harusnya Indonesia bisa menjadi salah satu Negara Besar yang mempunyai pengaruh untuk dunia. Untuk itu saya mencari beberapa artikel dan sumber berita di internet karena sesuatu hal pasti ada sumber awal yang menjadi penyebabnya. Dari sekian banyak artikel yang saya baca, artikel ini yang saya anggap dapat merangkum semua jawaban apa yang membuat Indonesia makin hari kian terpuruk.


Konspirasi JFK, Soekarno, Soeharto, CIA, dan Freeport

Pada akhir tahun 1996 lalu, sebuah artikel yang ditulis oleh seorang penulis Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport“. Walau dominasi Freeport atas “gunung emas” di Papua telah dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini ternyata sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. 


Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun pada tahun 1959. Saat itu di Kuba, Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya dari Kuba, akhirnya terkena imbasnya. Maka terjadi ketegangan di Kuba. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan. 

 
Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jacques Dozy di tahun 1936.

Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Namun, Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan kemudian membacanya. Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.

Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain.

 
Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar, yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar, hanya dalam waktu tiga tahun pasti sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat.

Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

 
Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy (JFK) agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

 
Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai emas yang ada di gunung tersebut. Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!


Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya.


Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). 


Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini. Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib, Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital di New York, dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco.
Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu, yang di Indonesia dikenal sebagai “masa yang paling krusial”. Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Pada bulan Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri.

Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Sedangkan menurut pengamat sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri. Asvi juga menuturkan, sebuah arsip di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim dipimpin oleh Chaerul Saleh di Istana Cipanas sedang membahas nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia. Soeharto yang pro-pemodal asing, datang ke sana menumpang helikopter. Dia menyatakan kepada peserta rapat, bahwa dia dan Angkatan Darat tidak setuju rencana nasionalisasi perusahaan asing itu.


“Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu,” kata Asvi.

Sebelum tahun 1965, seorang taipan dari Amerika Serikat menemui Soekarno. Pengusaha itu menyatakan keinginannya berinvestasi di Papua. Namun Soekarno menolak secara halus.

“Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya,” ujar Asvi menirukan jawaban Soekarno.

Soekarno berencana modal asing baru masuk Indonesia 20 tahun lagi, setelah putra-putri Indonesia siap mengelola. Dia tidak mau perusahaan luar negeri masuk, sedangkan orang Indonesia masih memiliki pengetahuan nol tentang alam mereka sendiri. Oleh karenanya sebagai persiapan, Soekarno mengirim banyak mahasiswa belajar ke negara-negara lain.

Soekarno boleh saja membuat tembok penghalang untuk asing dan mempersiapkan calon pengelola negara. Namun Asvi menjelaskan bahwa usaha pihak luar yang bernafsu ingin mendongkel kekuasaan Soekarno, tidak kalah kuat! Setahun sebelumnya yaitu pada tahun 1964, seorang peneliti diberi akses untuk membuka dokumen penting Departemen Luar Negeri Pakistan dan menemukan surat dari duta besar Pakistan di Eropa.

Suharto, sebagai komandan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) disaat memimpin pasukan untuk memerangi G-30/S-PKI
Dalam surat per Desember 1964, diplomat itu menyampaikan informasi rahasia dari intel Belanda yang mengatakan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan beralih ke Barat. Lisa menjelaskan maksud dari informasi itu adalah akan terjadi kudeta di Indonesia oleh partai komunis. Sebab itu, angkatan darat memiliki alasan kuat untuk menamatkan Partai Komunis Indonesia (PKI), setelah itu membuat Soekarno menjadi tahanan.

Telegram rahasia dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 1965 menyebut Freeport Sulphur sudah sepakat dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan puncak Erstberg di Papua.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan ada pertemuan para penglima tinggi dan pejabat Angkatan Darat Indonesia membahas rencana darurat itu, bila Presiden Soekarno meninggal. Namun kelompok yang dipimpin Jenderal Soeharto tersebut ternyata bergerak lebih jauh dari rencana itu. Jenderal Soeharto justru mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan.

Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi bahwa semuanya itu memang benar adanya. Maka dibuatlah PKI sebagai kambing hitam sebagai tersangka pembunuhan 7 Dewan Jenderal yang pro Sukarno melalui Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI, atau dikenal oleh pro-Suharto sebagai “G-30/S-PKI” dan disebut juga sebagai Gestapu (Gerakan Tiga Puluh) September oleh pro-Sukarno.

Setelah pecahnya peristiwa Gerakan 30 September 1965, keadaan negara Indonesia berubah total. Terjadi kudeta yang telah direncanakan dengan “memelintir dan mengubah” isi Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966, yang pada akhirnya isi dari surat perintah itu disalahartikan. Dalam Supersemar, Soekarno sebenarnya hanya memberi mandat untuk mengatasi keadaan negara yang kacau-balau kepada Soeharto, bukan justru menjadikannya menjadi seorang presiden.

Soeharto diberikan mandat dengan dikeluarkannya Supersemar untuk mengatasi keadan oleh presiden Sukarno
 
Dalam artikel berjudul JFK, Indonesia, CIA, and Freeport yang diterbitkan majalah Probe edisi Maret-April 1996, Lisa Pease menulis bahwa akhirnya pada awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno (yang dikenal juga sebagai 7 dewan Jenderal yang dibunuh PKI), Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan, “Apakah Freeport sudah siap untuk mengekplorasi gunung emas di Irian Barat?”

Forbes Wilson jelas kaget. Dengan jawaban dan sikap tegas Soekarno yang juga sudah tersebar di dalam dunia para elite-elite dan kartel-kartel pertambangan dan minyak dunia, Wilson tidak percaya mendengar pertanyaan itu. Dia berpikir Freeport masih akan sulit mendapatkan izin karena Soekarno masih berkuasa. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Oleh karenanya, usaha Freeport untuk masuk ke Indonesia akan semakin mudah.

Ibnu Sutowo, Menteri Pertambangan dan Perminyakan pada tahun 1966.

Beberapa elit Indonesia yang dimaksud pada era itu diantaranya adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan pada saat itu Ibnu Soetowo . Namun pada saat penandatanganan kontrak dengan Freeport, juga dilakukan oleh menteri Pertambangan Indonesia selanjutnya yaitu Ir. Slamet Bratanata. Selain itu juga ada seorang bisnisman sekaligus “makelar” untuk perusahaan-perusahaan asing yaitu Julius Tahija.
Julius Tahija berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport.

Julius Tahija, penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport.

Dalam bisnis ia menjadi pelopor dalam keterlibatan pengusaha lokal dalam perusahaan multinasional lainnya, antara lain terlibat dalam PT Faroka, PT Procter & Gambler (Inggris), PT Filma, PT Samudera Indonesia, Bank Niaga, termasuk Freeport Indonesia. Sedangkan Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat, karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka. Sebagai bukti adalah dilakukannya pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) pada 1967 yaitu UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan oleh Rockefeller seorang Bilderberger dan disahkan tahun 1967. Maka, Freeport menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.

Bukan saja menjadi lembek, bahkan sejak detik itu, akhirnya Indonesia menjadi negara yang sangat tergantung terhadap Amerika, hingga kini, dan mungkin untuk selamanya.

Bahkan beberapa bulan sebelumnya yaitu pada 28 Februari 1967 secara resmi pabrik BATA yang terletak di Ibukota Indonesia (Kalibata) juga diserahkan kembali oleh Pemerintah Indonesia kepada pemiliknya. Penandatanganan perjanjian pengembalian pabrik Bata dilakukan pada bulan sesudahnya, yaitu tanggal 3 Maret 1967.

 Keterangan gambar diatas: Penandatanganan perjanjian pengembalian kembali pabrik Bata pada tanggal 3 Maret 1967. Sumber foto: The Netherlands National News Agency (ANP).

Padahal pada masa sebelumnya sejak tahun 1965 pabrik Bata ini telah dikuasai pemerintah. Jadi untuk apa dilakukan pengembalian kembali? Dibayar berapa hak untuk mendapatkan atau memiliki pabrik Bata itu kembali? Kemana uang itu? Jika saja ini terjadi pada masa sekarang, pasti sudah heboh akibat pemberitaan tentang hal ini.

Namun ini baru langkah-langkah awal dan masih merupakan sesuatu yang kecil dari sepak terjang Soeharto yang masih akan menguasai Indonesia untuk puluhan tahun mendatang yang kini diusulkan oleh segelintir orang agar ia mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional. Penandatangan penyerahan kembali pabrik Bata dilakukan oleh Drs. Barli Halim, pihak Indonesia dan Mr. Bata ESG Bach.

Masih ditahun yang sama 1967, perjanjian pertama antara Indonesia dan Freeport untuk mengeksploitasi tambang di Irian Jaya juga dilakukan, tepatnya pada tanggal 7 April perjanjian itu ditandatangani.

Keterangan gambar diatas: Penandatanganan Kontrak Freeport di Jakarta Indonesia, 1967. Sumber foto: The Netherlands National News Agency (ANP)

Akhirnya, perusahaan Freeport Sulphur of Delaware, AS pada Jumat 7 April 1967 menandatangani kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan tembaga di Papua Barat. Freeport diperkirakan menginvestasikan 75 hingga 100 juta dolar AS. Penandatanganan bertempat di Departemen Pertambangan, dengan Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Pertambangan Ir. Slamet Bratanata dan Freeport oleh Robert C. Hills (Presiden Freeport Shulpur) dan Forbes K. Wilson (Presiden Freeport Indonesia), anak perusahan yang dibuat untuk kepentingan ini. Disaksikan pula oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Marshall Green.


Freeport mendapat hak konsensi lahan penambangan seluas 10.908 hektar untuk kontrak selama 30 tahun terhitung sejak kegiatan komersial pertama dilakukan. Pada Desember 1972 pengapalan 10.000 ton tembaga pertama kali dilakukan dengan tujuan Jepang.

Dari penandatanganan kontrak inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan Undang-Undang Pertambangan No. 11 Tahun 1967 yang disahkan pada Desember 1967.

Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Soeharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia. Setelah itu juga ikut ditandatangani kontrak eksplorasi nikel di pulau Irian Barat dan di area Waigee Sentani oleh PT Pacific Nickel Indonesia dan Kementerian Pertambangan Republik Indonesia.

Keterangan gambar diatas: Penandatanganan Kontrak Nikel Irian oleh Pacific Nickel Indonesia, 19 Februari 1969. Sumber foto: The Netherlands National News Agency (ANP)

Perjanjian dilakukan oleh E. OF Veelen (Koninklijke Hoogovens), Soemantri Brodjonegoro (yaitu Menteri Pertambangan RI selanjutnya yang menggantikan Ir. Slamet Bratanata) dan RD Ryan (U.S. Steel).
Pacific Nickel Indonesia adalah perusahaan yang didirikan oleh Dutch Koninklijke Hoogovens, Wm. H. MÜLLER, US Steel, Lawsont Mining dan Sherritt Gordon Mines Ltd.

Namun menurut penulis, perjanjian-perjanjian pertambangan di Indonesia banyak keganjilan. Contohnya seperti tiga perjanjian diatas saja dulu dari puluhan atau mungkin ratusan perjanjian dibidang pertambangan. Terlihat dari ketiga perjanjian diatas sangat meragukan kebenarannya. Pertama, perjanjian pengembalian pabrik Bata, mengapa dikembalikan? apakah rakyat Indonesia tak bisa membuat seperangkat sendal atau sepatu? sangat jelas ada konspirasi busuk yang telah dimainkan disini.


Kedua, perjanjian penambangan tembaga oleh Freeport, apakah mereka benar-benar menambang tembaga? Saya sangat yakin mereka menambang emas, namun diperjanjiannya tertulis menambang tembaga. Tapi karena pada masa itu tak ada media, bagaimana jika semua ahli geologi Indonesia dan para pejabat yang terkait di dalamnya diberi setumpuk uang? Walau tak selalu, tapi didalam pertambangan tembaga kadang memang ada unsur emasnya.

Perjanjian ketiga adalah perjanjian penambangan nikel oleh Pasific Nickel, untuk kedua kalinya, apakah mereka benar-benar menambang nikel? Saya sangat yakin mereka menambang perak, namun diperjanjiannya tertulis menambang nikel. Begitulah seterusnya, semua perjanjian-perjanjian pengeksplotasian tambang-tambang di bumi Indonesia dilakukan secara tak wajar, tak adil dan terus-menerus serta perjanjian-perjanjian tersebut akan berlaku selama puluhan bahkan ratusan tahun kedepan.

Kekayaan alam Indonesia pun digadaikan, kekayaan Indonesia pun terjual, dirampok, dibawa kabur kenegara-negara pro-zionis, itupun tanpa menyejahterakan rakyat Indonesia selama puluhan tahun. “Saya melihat seperti balas budi Indonesia ke Amerika Serikat karena telah membantu menghancurkan komunis, yang konon bantuannya itu dengan senjata,” tutur pengamat sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Asvi Marwan Adam.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

 
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan untuk 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

 
Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah.

Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Tambang Grasberg (Grasberg Mine) atau Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika.


Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!! Seharusnya patut dipertanyakan, mengapa kota itu bernama Tembagapura? Apakah pada awalnya pihak Indonesia sudah “dibohongi” tentang isi perjanjian penambangan dan hanya ditemukan untuk mengeksploitasi tembaga saja? Jika iya, perjanjian penambangan harus direvisi ulang karena mengingat perjanjian pertambangan biasanya berlaku untuk puluhan tahun kedepan!

Menurut kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua hingga ratusan tahun kedepan. Freeport juga merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini di era Soeharto, dari sipil hingga militer.

Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.

Itu pula yang menjadi salah satu sebab, siapapun yang akan menjadi presiden Indonesia kedepannya, tak akan pernah mampu untuk mengubah perjanjian ini dan keadaan ini. Karena, jika presiden Indonesia siapapun dia, mulai berani mengutak-atik tambang-tambang para elite dunia, maka mereka akan menggunakan seluruh kekuatan politik dengan media dan militernya yang sangat kuatnya di dunia, dengan cara menggoyang kekuasaan presiden Indonesia.

Kerusuhan, adu domba, agen rahasia, mata-mata, akan disebar diseluruh pelosok negeri agar rakyat Indonesia merasa tak aman, tak puas, lalu akan meruntuhkan kepemimpinan presidennya siapapun dia. Inilah salah satu “warisan” orde baru, new order, new world order di era kepemimpinan rezim dan diktator Soeharto selama lebih dari tiga dekade.

Soeharto, presiden Indonesia selama 32 tahun yang selalu tersenyum dengan julukannya “the smilling General” , presiden satu-satunya di dunia yang sudi melantik dirinya sendiri menjadi Jenderal bintang lima, namun masih banyak yang ingin menjadikannya pahlawan nasional, karena telah sukses menjual kekayaan alam dari dasar laut hingga puncak gunung, dari Sabang hingga Merauke, yaitu negeri tercinta ini, Indonesia yang besar, Indonesia Raya.

=========================================== 

Dari artikel di atas yang secara gamblang dijelaskan maka saya bisa mengambil kesimpulan bahwa :
  1. Awal mula pihak asing masuk ke Indonesia melalui freeport dan kunci untuk masuk ke indonesia adalah dengan membunuh JFK dan menggulingkan Soekarno.
  2. Freeport merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia dengan bisa menguasai Freeport akan banyak sekali keuntungan yang di dapat salah satunya adalah untuk pendanaan organisasi-oraganisasi intelejen seperti CIA.
  3. JFK di bunuh karena kebijakannya bertolak belakang dengan kaum globalis salah satunya adalah dengan memberikan bantuan kepada indonesia untuk mempertahankan Irian Barat dari Belanda.
  4. Soekarno di gulingkan dengan cara yang sangat licik yaitu CIA dan Soeharto membuat PKI sebagai Kambing Hitam atas pembunuhan 7 Jendral yang menjadi kekuatan Soekarno dan pro kepada Soekarno, setelah 7 Jendral itu dihabisi lalu giliran PKI yang di habisi dan mengkudeta Soekarno melalui Supersemar.
  5. Saat itu mungkin orang Indonesia hanya pintar dalam politik, diplomasi,dan ekonomi namun belum mampu mengelola Sumber Daya Alam dengan mesin-mesin industri maka dari itu Soekarno menyekolahkan Siswa-Siswa Indonesia ke luar negri agar nanti mampu mengelola sumber daya dengan baik. Berbeda dengan Soeharto yang gila akan kekuasaan dan ingin memperkaya diri dengan cara mengkudeta Soekarno melalui bantuan pihak Asing.
  6. Kerjasama pertama Indonesia dengan Amerika dimulai dari Freeport dan hubungan berjalan terus dan Amerika sering memberi bantuan-bantuan dana yang sangat besar kepada Indonesia melalui Soeharto. Asas balas budi dan demi kepentingan masing-masing yaitu Amerika ingin meraup keuntungan Sumber Daya Alam Indonesia dan Soeharto ingin berkuasa dan memeperkaya diri tanpa memikirkan nasib rakyat Indonesia nantinya dengan bantuan dari Amerika lalu hutang-hutang Indonesia kepada Amerika atau IMF yang kian bertumpuk dan tak akan terbayarkan mungkin selamanya dengan begitu Indonesia bisa di tekan dan dijadikan boneka oleh Amerika.

Siapapun Presiden Indonesia nantinya hampir tidak mungkin bisa merubah keadaan Indonesia menjadi lebih baik karena sekarang Indonesia dibawah kendali pihak asing atau Amerika. Namun kita berharap suatu saat akan ada keajaiban yang bisa merubah keadaan Indonesia menjadi lebih baik dan pemimpin itu haruslah berjiwa seperti SOEKARNO

»»  Read More...

Minggu, 23 Juni 2013

Perang adalah Bisnis Amerika


Belum lama ini saya menonton film JFK yang dibuat tahun 1991 karya Sutradara Oliver Stone yang mengisahkan Jim Garrison seorang Pengacara Wilayah yang mencoba menguak misteri kematian Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy. Dalam Film tersebut diceritakan bahwa dalang pembunuhan John F. Kennedy justru dari pihak pemerintahan Amerika sendiri yaitu CIA, FBI, dan wakil presidennya L.B. Johnson yang bekerja sama dengan agen mata-mata Rusia dan Mafia dari Kuba. Alasan di bunuhnya John F. Kennedy adalah karena kebijakan-kebijakannya tak sepaham dengan misi Amerika terhadap dunia, salah satunya adalah kebijakan yang ingin memulangkan pasukan Amerika dari Vietnam dan juga tidak menyetujui untuk membantu orang-orang buangan Kuba untuk menggulingkan Fiedel Castro.

JFK sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh perdamaian dunia oleh karena itu CIA melakukan konspirasi dengan membuat rencana pembunuhan yang di atur sedemikian rupa dan sangat gamblang dijelaskan dalam film bagaimana terjadinya proses penembakan tersebut. Dalam film tersebut terkuaklah rahasia bahwa Amerika melalui CIA akan membunuh siapa saja pihak yang tidak sepaham dengan cara apapun karena kepentingan Amerika (CIA) disini adalah menciptakan perang di dunia karena melalui perang mereka mendapatkan uang dan juga terealisaikan tujuan politiknya. Ya , Perang adalah Bisnis Amerika.

Apa itu CIA ? 

CIA atau Central Intelligence Agency merupakan agen rahasia pemerintah Amerika Serikat (BIN-nya Indonesia).

Didirikan pada 18 September 1947 sesuai penandatanganan NSA 1947 (National Security Act) oleh Presiden Harry S. Truman

CIA merupakan kamuflase dari OSS (Office of Strategic Services) yang menjadi agen spionase Amerika untuk pemenangan Perang Dunia II (PD II).

Pada saat PD II berkecamuk, Amerika secara diam-diam mengambil kesempatan dengan membangun kekuatan baru secara rahasia di Eropa demi membendung pengaruh komunis.

Kerja keras agen rahasia Amerika semakin bertambah, ketika fasis Hitler mengalami kekalahan dan diikuti kemenangan dan kemunculan kekuatan sosialis dan komunis di Eropa, Asia dan Amerika Latin.
Menghadapi ‘bahaya’ pertumbuhan pesat pengaruh komunis di berbagai negeri tersebut, dan demi mempengaruhi hasil pemilu di Italia [saat itu Italia akan melakukan pemilu, dan dari perhitungan survei, pemilu akan dimenangi Partai Komunis Italia] agar menguntungkan politik Amerika Serikat, diadakannya kampanye di kalangan orang kaya Wallstreet untuk menyumbangkan dana buat melakukan operasi-operasi rahasia.
Dalam hubungan ini, Allen Dulles dengan keras mendesak Pemerintah Amerika Serikat untuk segera mendirikan organisasi-organisasi rahasia demi melakukan berbagai operasi khusus-opsus. Maka pemerintah [AS] menyetujui dan menetapkan dua ketentuan penting mengenai operasi-operasi khusus ini :
1. Harus rahasia
2. Harus masuk akal untuk dapat dibantah adanya keterlibatan Pemerintah [AS], seandainya operasi tersebut terbongkar.
(Sumber : Bung Karno Korban Perang Dingin, hal:103)
Salah satu badan operasi khusus yang didirikan adalah CIA pada tahun 1947.

Fungsi CIA

Seperti dijelaskan di depan, CIA muncul sebagai reaksi perang dingin yakni antara Amerika Serikat (liberal kapitalis) dengan Uni Soviet (komunis-sosialis). Diawal-awal pembentukan, aksi-aksi CIA cukup memuaskan bagi pemerintah AS. CIA berhasil menenggelamkan paham komunis dan sosialis melalui berbagai konspirasi, sehingga perang ideologi cukup sukses dimenangkan Amerika. Dengan berkurangnya pengaruh Soviet serta hancurnya negara-negara sosialis melalui kudeta dan pemberontakkan, CIA mulai memasuki isu keamanan energi.

Operasi-operasi yang awalnya merupakan perang melawan ideologi (komunis, sosialis dan nasionalis), kini mereka bertugas menguasai negara-negara yang kaya dengan sumber daya alam dan minyak dibawah kendali AS. Mereka terus memburu negeri-negeri yang kaya sumber daya alam, dari Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika hingga Indonesia (Buku : Confession Economic Hitman dan A Game as Old As Empire).

Untuk memuluskan rencana-rencana kotornya, selalu ada EHM yang mendahului jalan CIA. Indonesia yang kaya raya akhirnya dimiskinkan sejak 1967 hingga saat ini (penjajahan ekonomi). Dengan bantuan-bantuan ahli ekonomi AS, EHM, CIA, Word Bank, IMF, ADB, negara-negara seperti Indonesia, Panama, Paraguay terjerat utang dan terjajah secara ekonomi. Begitu juga negara-negara Afrika yang kaya dengan emas, alumunium, dan minyak, rakyatnya mati kelaparan.

Yang paling tragis, aksi-aksi lembaga dan organisasi AS ini didukung oleh sejumlah oknum di pemerintahan sejak Orde Baru. Emas dan Tembaga di Tembagapura disedot habis-habisan oleh Freeport ditengah kemiskinan dan rendahnya pendidikan masyarakat Papua. Kontrak migas pun dilelang seperti barang tidak berharga, dan mengakibat Indonesia terkatung-katung tatkala harga minyak naik (Juli 2008 ) dan konsumsi meningkat di atas 1 juta barel per hari.

Berbagai tindakan kejam perusahaan dan kepentingan Amerika mendapat legitisami hukum lewat beberapa UU (yang jelas melanggar UUD 1945). Kita tidak perlu bingung atas terbitnya beberapa UU (Migas, Pendidikan, Ekonomi), karena  produk hukum Indonesia merupakan titipan pemerintah Amerika.

Selain kedua hal tersebut [ideologi, keamanan energi dan ekonomi], CIA saat ini sedang bingung mengalahkan sejumlah kelompok Islam Radikal yang disebut sebagai teroris seperti Al-Qaeda, Taliban, Hamas, dan Hizbullah.

Beberpa Pemimpin Dunia yang Dibunuh oleh CIA ?

1. Hugo Chavez - Presiden Venezuela


Nicolas Maduro mengumumkan kematian Presiden Hugo Chavez dalam siaran televisi nasional pada tanggal 5 Maret 2013 lalu, dia mengatakan bahwa penyakit kanker yang diidap oleh presiden Venezuela Hugo Chavez adalah perbuatan musuh.

Stasiun televisi ABC melaporkan, Rabu (6/3/13), dalam pidato sepanjang 30 menit itu Maduro kerap menyerang pihak oposisi dan menyebut pada titik tertentu musuh lama Venezuela telah berhasil membuat kondisi kesehatan Chavez memburuk.

Seorang pengamat sekaligus kolumnis surat kabar the New York Times, Kevin Barnett, dalam situs stasiun televisi Press TV di hari yang sama menulis, “Chavez suatu kali pernah mempertanyakan kematian sejumlah pemimpin negara Amerika Latin oleh penyakit kanker.”

“Setahun lalu, Chavez pernah berbicara di radio nasional Venezuela. Dia mengatakan, sangat sulit dijelaskan bagaimana mungkin beberapa pemimpin Amerika Latin meninggal karena penyakit yang sama, yaitu kanker?”

2. Fiedel Castro - Presiden Kuba



Castro tampil sebagai sekretaris pertama Partai Komunis Kuba (Communist Party of Cuba) pada tahun 1965 dan mentransformasikan Kuba ke dalam republik sosialis satu-partai. Setelah tampil sebagai presiden, ia tampil sebagai komandan Militer Kuba. Pada 31 Juli 2006, Castro menyerahkan jabatan kepresidenannya kepada adiknya, Raúl untuk beberapa waktu.


Pada tahun 1947, ia ikut dalam upaya kudeta diktator Republik Dominika Rafael Trujillo dan lari ke New York (Amerika Serikat) karena adanya ancaman akan dihabisi lawan politiknya. Setelah meraih doktor di bidang hukum pada 1950, ia memprotes dan memimpin gerakan bawah tanah anti-pemerintah atas pengambil-alihan kekuasaan lewat kudeta oleh Fulgencio Batista pada 1952. Tahun 1953, ia memimpin serangan ke barak militer Moncada Santiago de Cuba, namun gagal. Sebanyak 69 orang dari 111 orang yang ambil bagian dalam serbuan itu tewas dan ia dipenjara selama 15 tahun.

Setelah mendapatkan pengampunan dan dibebaskan pada 15 Mei 1955, Fidel Castro langsung memimpin upaya penggulingan diktator Batista. Perlawanan ini kemudian dikenal dengan Gerakan 26 Juli. Pada 7 Juli 1955, ia lari ke Meksiko dan bertemu dengan pejuang revolusioner Che Guevara. Bersama 81 orang lainnya, ia kembali ke Kuba pada 2 Desember 1956 dan melakukan perlawanan gerilya selama 25 bulan di Pegunungan Sierra Maestra.

Di luar Kuba, Castro mulai menggalang kekuatan untuk melawan dominasi Amerika Serikat dan bekas negara Uni Soviet. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, cita-cita dan impiannya mulai diwujudkan dengan bertemu Hugo Chávez di Venezuela dan Evo Morales dari Bolivia.

Menjelang hari ulang tahunnya ke-80 yang jatuh pada 13 Agustus 2006, Fidel Castro menyerahkan tampuk kepemimpinannya untuk sementara waktu kepada adiknya. Praktis, Raúl merangkap jabatan, yakni sebagai Presiden Kuba dan Menteri Pertahanan Kuba. Sebelum menyerahkan kepemimpinan, masa jabatan Fidel Castro dari 2 Desember 1976 hingga 24 Februari 2008, namun de facto hingga 31 Juli 2006.

Pengamat dan kolumnis The New York Times Kevin Barnet, juga mengatakan pengawal Castro, Fabian Escalante, pernah menyebutkan Badan Intelijen Amerika (CIA) sudah 638 kali mencoba membunuh Castro. Metode CIA, kata dia, meliputi meledakkan cerutu, senjata biologi, pil mematikan, bakteri beracun dalam kopi, ledakan pengeras suara di mimbar pidato, penembak jitu, dan ledakan granat bawah air hingga menggunakan radioaktif yang berbahaya, polonium misalnya. Selain bahan radioaktif, ada pula bahan kimia yang tak terdeteksi yaitu Thallium, bahan mematikan ini diambil dari rumput laut dan dibuat menjadi cairan yang tidak berwarna, berasa dan berbau. Thallium merupakan bahan yang sangat sulit dideteksi. Salah satu karakteristik racun ini adalah ketika dicampurkan dengan makanan dan minuman, maka tidak akan merubah rasa, warna maupun baunya. Racun ini juga dapat langsung disuntikkan ke pembuluh darah.

Selain intelijen AS, beberapa intelijen dari negara-negara sekutunya juga berbuat operasi rahasia yang sama, namun tetap harus disetujui terlebih dahulu oleh intelijen AS dan Mossad Israel, Perancis misalnya.

3. Muammar Khadafi - Presiden Libya

 
Motif pembunuhan, menurut sumber-sumber Libya, adalah untuk menghentikan Qadhafi agar tak buka mulut soal hubungannya dengan Nicolas Sarkozy, yang disebut-sebut sangat dekat. Sarkozy adalah Presiden Prancis pada saat itu. Qadhafi tewas pada tanggal 20 Oktober 2012 dalam serangan di kota kelahirannya, Sirte, oleh para pejuang dari rezim baru. Sumber-sumber diplomatik di Tripoli, ibu kota Libya, menyatakan untuk surat kabar Corriere della Serra Italia bahwa sang pembunuh kemungkinan besar adalah utusan Sarkozy.

“Sejak awal dukungan NATO untuk revolusi, sangat didukung oleh pemerintah Nicolas Sarkozy, Qadhafi terang-terangan mengancam akan mengungkapkan perincian hubungannya dengan mantan Presiden Prancis, termasuk jutaan dolar yang dibayarkan untuk membiayai pencalonannya pada pemilu tahun 2007,” tulis media ini. Salah satu sumber Tripoli mengatakan, “Sarkozy memiliki setiap alasan untuk mencoba membungkam Kolonel secepat mungkin.” 

Para mantan pemimpin Barat, termasuk Sarkozy dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, diam-diam menjalin hubungan personal dengan Qadhafi. Mereka mengunjungi dia secara teratur dan membantu untuk memfasilitasi bisnis bernilai miliaran dolar Amerika dengan negara itu. Bahkan sebelum adanya penjara Guantanamo, AS pernah meminta izin kepada Khadaffi untuk membuat sebuah penjara persis seperti Guantanamo di tengah gurun Libya.

Awalnya Khadaffi tak setuju dengan permohonan AS yang ingin membuat penjara mirip Guantanamo tersebut. Namun akhirnya penjara tersembunyi khusus untuk orang-orang yang dianggap menentang AS itu sempat terlaksana. Hal ini adalah sebagian kecil dari banyak rahasia tingkat tinggi yang tak diketahui dunia luar. 

Sarkozy, yang pernah menyambut Qadhafi sebagai “pemimpin saudara” selama kunjungan kenegaraan ke Paris, dikatakan telah menerima jutaan uang dari Libya untuk mendanai kampanye pemilihannya tahun 2007.

Teori konspirasi akan menjadi perhatian besar bagi Inggris yang mengirim jet untuk mengebom Libya tahun 2012 dengan alasan tujuan ‘menyelamatkan nyawa sipil’. Sebuah mandat PBB menyatakan bahwa sekutu Barat tidak bisa ikut campur dalam politik internal negara. Namun pengeboman hampir setiap hari terjadi dengan ‘penasihat’ militer Prancis dan Inggris membantu di lapangan. Soal siapa pembunuh Qadhafi secara tersirat pernah disampaikan Mahmoud Jibril, yang menjabat sebagai Perdana Menteri interim, menyusul penggulingan Qadhafi. Ia mengatakan kepada televisi Mesir, “Itu adalah agen asing yang berbaur dengan brigade revolusioner untuk membunuh Qadhafi.”

4. Yasser Arafat - Pemimpin Palestina

Misteri kematian mantan pemimpin Palestian Yasser Arafat kembali menjadi bahan pemberitaan sejak kematiannya yang mencurigakan banyak pihak. Pasalnya, temuan terbaru pakar radiofisika dari Univeritas Lausanne, Swiss, Francois Bachud menunjukkan, pemimpin legendaris itu dibunuh menggunakan racun kimia jenis Polonium yang mengandung radioaktif. Sebelumnya, salah satu teka-teki penyebab kematian Yasser Arafat disebut-sebut karena diracun zat kimia langka, jenis Thallium. Bachud melakukan penelitian di laboratorium di Swiss berdasarkan sampel biologis yang diambil dari benda-benda peninggalan Arafat.


“Kesimpulannya yakni kami menemukan kandungan besar polonium dalam sampel-sampel tersebut,” jelas Bochud yang merupakan Kepala Institut Radiofisika di Universitas Lausanne kepada Al-Jazeera dan dilansir oleh AFP, Rabu (4/7/2012). Sampel itu diperoleh setelah Suha, istri Arafat menyerahkan beberapa benda peninggalan suaminya kepada rumah sakit militer Percy di Paris, Prancis. Di antaranya, pakaian terakhir yang dikenakan, sikat gigi, dan kafiyeh yang sering digunakan Arafat.

Kandungan polonium yang ditemukan, kata Bochud sangat tidak wajar karena selain sangat tinggi, juga ditemukan dalam pakaian dan benda-benda yang digunakan sehari-hari. Namun, menurut dia, analisis lebih lengkap akan membantu bila jasad Arafat bisa diperiksa kembali. “Jika Suha ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, kami memerlukan sampel — maksud saya, melalui penggalian makam dan memeriksa jasadnya untuk memberikan kami sampel yang mengandung polonium dalam jumlah tinggi guna mengetahui apakah memang dia diracun,” jelas dia.

Sedangkan Yaseer Arafat sendiri meninggal di rumah sakit militer Percy di Paris pada usia 75 tahun. Saat itu, kematian penerima hadiah Nobel Perdamaian itu dikabarkan meninggal karena penyakit misterius. Agen rahasia Mossad dari Israel pun dituding berada dibalik kematian itu meski sampai saat ini tidak ada pembuktian mengenai hal itu.

5. John F. Kennedy - Presiden Amerika

 
Pada 1960, ia menjadi termuda yang dipilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan termuda kedua setelah Theodore Roosevelt untuk jabatan presiden. Kennedy menjadi presiden setelah dilantik pada 20 Januari 1961. Jabatan kepresidenan John F. Kennedy terhenti setelah terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada 1963. Ia tewas oleh terjangan peluru saat melakukan kunjungan ke Dallas (Texas) pada 22 November 1963.

Kennedy roboh saat mobil terbuka yang membawanya melintas di kerumunan orang yang menyambut kunjungannya. Pada 25 November 1963, jenasahnya dimakamkan di Arlington, Washington, DC. Sebanyak 800.000 orang ikut berkabung di jalanan Washington. Pembunuhan Presiden John F Kennedy adalah pembunuhan tak terungkap secara pasti, hingga kini.

Dalam beberapa tahun terakhir malah disebutkan bahwa pembunuhan presiden John F Kennedy memang direncanakan oleh CIA. Badan intelijen negara CIA, kata Barnett, juga sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap sejumlah pemimpin Amerika Latin yang menolak keinginan Amerika.

Amerika selalu mendefinisikan teroris adalah seseorang, kelompok atau sejenisnya yang tak sefaham dengan aturan dan tak mau di dikte oleh negara Paman Sam itu, maka disebutlah sebagai teroris!

6. Soekarno - Presiden Indonesia


Dulu di Indonesia, saat dipimpin oleh sang proklamator presiden Sukarno, juga sempat akan dibunuh berkali-kali. Sukarno ingin dibunuh mulai dari pihak Belanda hingga pihak CIA Amerika, bahkan antek-antek CIA berkulit pribumi juga ikut didanai. Rencana pembunuhan Presiden Sukarno melalui beberapa kali usaha kudeta dan pemisahan diri suatu wilayah, hingga keinginan merubah faham politik dan sejenisnya.

Indonesia diusahakan agar menjadi faham demokrasi, kebebasan, kapitalisme dan banyak faham lainnya, agar Indonesia tak utuh, alias terpisah dan tercerai-berai. Mirip banyak negara di dunia yang berhasil dipisahkan seperti Korea Utara & Korea Selatan, Jerman Barat dan Jerman Timur, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, Yaman Utara dan Yaman Selatan, Israel dan Palestina, India dan Pakistan serta Bangladesh dan masih banyak lainnya, semua perpecahan itu akibat pihak AS, dunia barat dan sekutunya yang menghasut rakyat negara-negara tersebut.

7. Munir Sahid Thalib

 
Secara pandangan netral, Munir membahayakan pihak Indonesia yang dianggap banyak melanggar HAM, walaupun itu digunakan untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan, kedaulatan serta kestabilan negaranya. Tapi dari konspirasi tingkat bawah, Munir tewas diracun dari pihak intelijen Indonesia saat di pesawat, ia meninggal di Jakarta jurusan ke Amsterdam pada 7 September 2004 pada umur 38 tahun. Pihak Indonesia dituduh membunuhnya agar isyu HAM tak lagi ada.

Namun dari konspirasi tingkat tinggi, justru Munir diracun oleh pihak AS melalui orang suruhan atau antek AS dan dunia barat. Walaupun benar, namun akibat media dan cuci otak rakyat disuatu negara, maka isyu tingklat bawahlah yang lebih dipercaya, diracun oleh pihak Indonesia. Mereka para awam, tak lagi dapat melihat segalanya dalam pandangan netral, pandangan yang “siapa yang mengendalikan HAM dan dunia”, sedangkan isyu tingkat atas ini, akan dicemoohkan.

Masih banyak tokoh - tokoh dunia yang dibunuh di mulai dari Abraham Lincoln, Martin Luther King Jr. Saddam Husein, Osama Bin Laden dan lain-lain.   Pembunuhan terhadap para pemimpin “negara-negara penentang” aturan ala koboi Amerika tidak selalu sebagai acuan pihak AS dan sekutunya. Mereka banyak memiliki program, misi dan operasi untuk menghancurkan yang dianggap melawan.

Tak sedikit justru teman-teman dan pendukung Amerika dan sekutunya sendiri juga justru dibunuhnya. Selain membunuh Muamar Khadaffi yang justru sempat setuju dengan penjara politik sebelum ada penjara Guantanamo didirikan di gurun Libya, Saadam Hussein juga sempat menjadi “anak buah” Amerika dalam perang Iran – Irak. Dalam peperangan tersebut, AS justru membantu Irak dalam perang antar negara tetangga ini. Namun akhirnya Saddam Hussein justru digulingkan dengan alasan penggunaan “senjata pembunuh massal” yang hingga detik ini tak terbukti!

Begitu pula saat perang dingin antara AS dan (dulu) Komunis Soviet. Amerika menggunakan para pejuang Taliban di Afghanistan untuk menggempur Soviet, AS menggunakan “orang dan pihak lain” agar berlumuran darah, sedangkan AS duduk manis dibelakang meja, menonton. Namun saat perang dingin usai, Taliban justru “diburu dan dihajar” habis oleh negara koboi ini. Semua pihak yang bersebrangan namun bisa tunduk, tetap akan dihajar oleh AS disaat negara itu kembali tenang, kecuali para sekutu-sekutu lamanya.

Dalam “menyerang” musuh-musuhnya yang tak mau di dikte, pihak AS dan sekutunya selalu menggunakan cara yang efektif. Mulai dengan cara membunuh dengan cara membom, menembak, meracuni musuhnya, isyu untuk menggoyangkan pemerintahan melalui “antek-antek” pribumi atau oposisi dinegara tersebut, hingga isyu tentang hak azazi manusia. Padahal AS adalah justru negara yang termasuk buruk dalam masalah hak azazi manusia.

Jika cara tersebut tak mempan, maka AS akan menyusupi agen dan antek-anteknya lebih dalam lagi. Karena disetiap negara pasti ada kelompok yang menginginkan kekayaan semata, juga ada kelompok yang sakit hati terhadap pemerintahnya, rasa selalu tak puas dan sejenisnya, maka anggota intelijen AS akan mulai membuat negara tersebut untuk berselisih, membuat kerusuhan, hingga berperang di dalam negerinya sendiri alias sesama bangsa yang sama.

Jika bangsa dan warganya sendiri tak mempu membunuh pemimpinnya sendiri, maka AS akan menggunakan media dan propagandanya. Dengan memegang setiap media, AS akan dapat menghasut rakyat disuatu negara terhadap isyu-isyu politik yang berkembang. Setelah rakyat disuatu negara berhasil di cuci otak dan diubah pola pikirnya, maka AS akan menggunakan apa yang dinamakan Operation false flag. Dan operasi tersebut dalam banyak track record dan sejarah, dinilai sangat mujarab.

Operation False Flag, atau bahasa Indonesianya kira-kira “Operasi Bendera Palsu”, merupakan sebuah operasi rahasia yang dibuat sedemikian rupa untuk menipu publik sehingga publik mengira operasi tersebut dilakukan oleh kelompok lain. Tujuan dari operasi ini adalah justifikasi oleh pelaku operasi rahasia tersebut untuk menyerang negara lain yang telah direncanakan, yang selama ini menjadi musuh atau oposisinya. 

Namun, masing-masing negara yang menjalankan operasi ini tentunya memiliki kepentingan-kepentingan yang lain meskipun tujuan umum dari operasi ini adalah SAMA. “Jadi, jika Anda berpikir bahwa Presiden Venezuela, Hugo Chavez dan beberapa pemimpin dunia yang bersebrangan dengan AS, dan juga tokoh-tokoh yang berpihak kepada AS, serta tokoh-tokoh HAM dunia meninggal secara wajar bahkan oleh “musuh barat” dengan begitu saja, maka sepertinya Anda naif,” kata pengamat sekaligus kolumnis surat kabar the New York Times, Kevin Barnett. Demikianlah, semoga tulisan admin bermanfaat untuk pengetahuan saudara-saudara.

 
»»  Read More...